Journal

Sebuah Eksperimen: Waktu untuk Khatam Al-Quran

DISCLAIMER: tulisan ini saya buat terutama untuk mengingatkan diri sendiri sekaligus mengingatkan teman-teman yang lain tentang salah satu amalan utama di Bulan Ramadhan ini. Kenapa sebuah eksperimen? Karena ini adalah hasil dari data yang saya dapatkan dari pengalaman pribadi dan bersifat tidak mutlak, bergantung dengan kemampuan kecepatan membaca masing-masing orang. Satu lagi, maksud khatam di sini adalah tilawah (Bahasa Arabnya saja) dari surat Al-Fatihah hingga An-Nas.

“Demi Masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS Al-‘Asr: 1-3)

Ramadhan 1438 H, Alhamdulillah untuk ke 20 kalinya dalam hidup, saya dapat menikmatinya kembali. Meskipun baru beberapa Ramadahan terakhir lah saya baru menyadari betapa istimewanya Bulan Ramadhan. Dari berbagai keistimewaan yang ada, terdapat salah satu amalan utama dalam Bulan Ramadhan ini, memperbanyak membaca Al-Quran. 

Sebagai seorang muslim, tentu Al-Quran merupakan salah satu hal penting dalam kehidupan. Kitab suci umat Islam sekaligus pedoman hidup seorang muslim. Banyak sekali kisah cerita, hukum serta pelajaran yang terdapat dalam Al-Quran. Sejatinya, setiap saat kita dianjurkan untuk mempelajari Al-Quran. Namun, pada bulan Ramadhan, semua umat Islam diingatkan kembali untuk memperbanyak membaca Al-Quran terutama mengkhatamkannya.

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.” (HR Bukhari) 

Timbullah pertanyaan, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengkhatamkan Al-Quran? 

Well, jawaban singkatnya adalah: 1387 menit atau sekitar 23,1 jam. 

Namun, apalah arti waktu di atas tanpa membandingkannya dengan kegiatan lain yang sering kita lakukan sehari-hari. Waktu untuk Khatam Al-Quran satu kali sama dengan:

  • 10 kali menonton film Wonder Woman
  • 13 kali menonton pertandingan sepakbola
  • 15 kali menonton 1 episode Drama Korea (90 menit) 
  • 60 kali menonton 1 episode Anime Jepang

Setelah melihat data ini, saya jadi tidak heran dengan orang orang yang sudah menyelesaikan bacaan Quran-nya. Bahkan tidak sedikit yang sudah lebih dari satu kali menyelesaikannnya. Mereka hanya meluangkan waktunya lebih banyak kok. 

“Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang.” (HR Bukhari) 

“Waduh saya belum mulai baca AlQuran nih.” 

Tenang, Ramadhan masih menyisakan sejumlah hari lagi.

Terdapat 24 jam dalam setiap harinya. Ambilah waktu 10 hari terakhir di Bulan Ramadhan (btw ini waktu yang sangat dianjurkan untuk lebih mendekatkan diri dengan Allah), kita mendapatkan waktu 240 jam. Melihat referensi waktu yang saya dapatkan, kita hanya perlu meluangkan tidak lebih dari 10% dari aktivitas kita sehari-hari. 

Okelah, tidak setiap saat kita dapat membaca Quran, ada sebagian waktu yang harus kita luangkan untuk shalat, ibadah lain, makan, tidur dan lainnya. Namun, apabila kita melihat aktivitas kita sehari-hari, banyak sekali waktu yang dapat kita manfaatkan untuk membaca Quran. Rencanakanlah waktu kita sabaik mungkin sehingga kita dapat melakukan kegiatan secara optimal. 

Selanjutnya, akan saya jelaskan bagaimana saya mendapatkan data waktu membaca Al Quran ini. Mulai awal bulan Ramadhan ini, Alhamdulillah saya menyempatkan diri (dan disempatkan oleh-Nya) untuk memulai kembali tilawah Al-Quran dari surat Al-Fatihah. Berbeda dengan sebelum-sebelumnya, setiap kali saya membuat sesi membaca Al-Quran, kali ini saya dibantu dengan salah satu aplikasi time tracking, Forest App. Dari sinilah sumber dokumentasi data-data waktu saya dapatkan.

Forest App sendiri adalah aplikasi gratis yang bisa didapatkan di Google Play atau App Store. Tujuan utama dari aplikasi ini sebenarnya adalah untuk membantu kita menjauh dari penggunaan hp dan tetap fokus dalam pekerjaan. Namun, karena menggunakan sistem time tracking, saya gunakan app ini untuk membantu saya mengukur waktu yang dibutuhkan untuk melakukan suatu aktivitas, salah satunya adalah Tilawah Quran. 

Nah, selama beberapa hari terakhir, saya sering membuat berbagai sesi mulai dari 10 hingga 25 menit setiap sesinya. Saat saya memulai ‘menanam’ pohon, saat itu lah saya mulai membaca taawudz dan memulai membaca Quran. Setelah selesai, aplikasi itu sendiri akan memberikan popup untuk membuat catatan mengenai aktivitas yang sudah dilakukan. Untuk Tilawah Quran, saya biasanya menuliskan “Quran (Juz): Halaman (awal)-(akhir)”.

Berikut data spreadsheet lengkap yang bisa kalian lihat di bawah:

(soon) 

Semoga bermanfaat! Jangan sampai Ramadhan kali ini terlewatkan begitu saja, bisa jadi kesempatan kali ini adalah kesempatan terakhir kita. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s